News Update :
Tampilkan postingan dengan label Pariwisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pariwisata. Tampilkan semua postingan

Written By Infokom Golkar Dairi on Jumat, 13 Januari 2012 | 19.29



Telah Dibangun Plying Fox “Uji Nyali”, Anda
Bisa Terbang di Taman Wisata Iman Sintinjo, Berani?

Liputan : Mansai Marbun LG

Sidikalang, (SURA) :
Secara perlahan fasilitas hiburan di Taman Wisata Iman (TWI) Sitinjo akan terus ditingkatkan. Hal ini dilakukan untuk menambah minat pengunjung ke daerah wisata Kab. Dairi yang sudah tersohor itu. Pantauan SURA belum lama ini dari TWI Sitinjo terlihat ada dua sarana bangunan yang bertambah yakni, kereta api mini khusus untuk anak-anak dan flying fox.

Paling seru yakni, Flying fox akan menjadi atraksi yang popular bagi pengunjug di TWI. Bagi anda yang ingin merasakan sensi terbang di atas bukit TWI akan memilih flying fox sebagai pilihan. Uji nyali anda, tutup mata dan anda akan siap untuk terbang diatas gunung TWI. Silahkan berteriak sekeras anda ingin, hilangkan stress anda, buang kesedihan anda, terbang dan menikmati pemandangan indahnya sekitar Taman Wisata Iman. Kini sudah mulai dilengkapi konstruksi dan peralatan yang kuat. Nantinya anda dapat terbang dengan nyaman dan mudah. Anda ingin merasakan sensasi terbang flying fox di TWI? Ups! Sabar ntar dulu.


Menurut Kadis Budparpora Kab. Dairi Drs. Bonar Butar-butar melalui Kasi Sarpras Disbudparpora Marulak Situmorang kepada SURA belum lama ini di ruang kerjanya mengatakan, pengoperasian flying fox di TWI itu masih dalam tahap proses.


“Kita masih melakukan kajian terkait harga tiket agar ada kesesuaian dengan harga tiket flying fox di daerah lain. Itupun nantinya harus melalui SK Bupati Dairi (Perbup). Selain itu, kita harus siapkan tenaga pengelola yang profesional dengan memberangkatkan mereka mengikuti pembinaan/pelatihan dalam mengoperasikan flying fox. Mengingat sarana hiburan ini memiliki tantangan yang berat, maka para pengelola itu harus memiliki sertifikat, sebab kita tidak ingin terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan nantinya, kata Marulak.
Terkait tenaga pengelola flying fox itu, Marulak mengatakan pihaknya akan memberdayakan tenaga kerja yang sudah ada saat ini untuk mengikuti pelatihan.

Masih menurut Marulak, bangunan flying fox di TWI saat ini terdiri dua unit sepanjang 200 meter terbentang dari areal parkiran sebagai titik meluncur. Soal pengoperasian flying fox ini, yah sabar dulu, katanya.


Wow, nantikan sensasi terbang dengan panjang 200 meter yang landai melewati taman yang tertata rapi di TWI Sitinjo. Atraksi Flying Fox akan menantang anda yang sekaligus sangat bermanfaat untuk spot jantung dan uji nyali. Pokoknya, pasti seru!


Sementara itu, untuk fasilitas bermain bagi anak-anak, di TWI Sitinjo sekarang ini juga sudah disediakan kereta api mini. “Tiket untuk fasilitas ini, kita rencanakan Rp.5.000,- per sekali naik kereta api mini", kata Situmorang.


Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Indonesia Kunjungi TWI Sitinjo, Dairi, Sumut


Liputan : Mansai Marbun LG

Sidikalang, (SURA) : Didampingi Bupati Samosir, Mangindar Simbolon, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia, Mari Elka Pangestu bersama sejumlah anggota keluarga, melakukan kunjungan ke Taman Wisata Iman (TWI) Sitinjo Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, Senin 26 Desember 2011.

Pada kunjungannya di Taman Wisata Iman yang merupakan primadonanya Kabupaten Dairi itu (lebih kurang dua jam lamanya), rombongan Menteri, didampingi Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Dairi, Drs. Bonar Butarbutar, Kapolres Dairi, AKBP. Yustan Alpiani, Kabag OPS Polres Dairi, Kompol E. Hutagaol, Kabid Pariwisata, Naek Capah, Kabid Pemuda, Osman Padang, dan Kasi Sarpras Disbudparpora, Marulak Situmorang.

Saat berada di TWI, rombongan Menteri melakukan perjalan salib dengan melintasi anak tangga 99 menuju Goa Bunda Maria, dan disana Menteri Eka Pangestu, menyempatkan diri untuk berdoa bersama sang suami, Adi Harseno.

Kepada SURA, Menteri Elka Pangestu mengatakan, kedatangannya di TWI itu, merupakan kunjungan keluarga dalam rangka perayaan Natal dan Tahun Baru yang sekaligus untuk melakukan evaluasi terhadap daerah wisata khususnya yang berada di kawasan Danau Toba.
Setelah memperhatikan apa yang ada di TWI yang baru pertama kali dikunjunginya itu, Menteri mengaku kagum dengan keberadaan Taman Wisata Iman yang menurutnya cukup unik, terutama dengan adanya lima rumah ibadah agama dengan fasilitasnya, yakni Gereja, Mesjid, Vihara dan Kuil di Taman wisata Iman yang menurutnya lambang kerukunan umat beragama di Indonesia.

“Kunjungan kita ke Taman Wisata Iman ini, merupakan kunjungan keluarga dalam rangka Natal dan Tahun Baru, yang sekaligus melakukan evaluasi terhadap daerah wisata terutama daerah wisata kawasan Danau Toba, dan setelah kita menyaksikan langsung apa yang ada di Taman Wisata Iman yang menurut kita cukup unik ini, kita kagum karena keberadaan sejumlah rumah ibadah di taman ini, sehingga Taman Wisata Iman ini sangat cocok dijadikan menjadi paket wisata karena didukung dengan kawasan Danau Toba”, kata Menteri .

Terkait dengan pengembangan TWI yang berada di Kecamatan Sitinjo Dairi itu, Menteri Mari Pangestu berharap, agar pihak pengelola Taman yang menjadi kebanggaan masyarakat Dairi itu, menyelenggarakan event-event keagamaan seperti halnya mendatangkan Pastor atau Pendeta yang sudah terkenal dan punya nama yang menurutnya dapat menjadi daya tarik pengunjung.

Dalam kesempatan itu, Mari Pangestu berjanji akan memberikan perhatiannya terhadap Taman Wisata Iman Sitinjo, yang menurutnya perlu perhatian dari berbagai pihak, baik dari Pemerintah Kabupaten Dairi maupun dari steak holder yang ada. Bahkan ia berjanji akan mencoba meloby beberapa sponsor yang siap mendukung sektor wisata di tanah air khususnya yang bersentuhan dengan kawasan Tanau Toba.
Sementara itu, Kadis Budparpora Kab. Dairi Drs. Bonar Butar-butar merasa bangga atas berkenannya Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia, Mari Elka Pangestu untuk meluangkan waktu mengunjungi Taman Wisata Iman (TWI) Sitinjo walau pada kesempatan itu merupakan wisata keluarga.

“Seperti kata bijak (umpasa) Batak, Baris-baris ni gaja dirura nang di parholangan ni balian. Molo nungnga marhata angka anak/boru ni raja ndang tagamon bura, holong do humaliang”. Artinya, ketika seorang raja (penentu) mengungkapkan suatu kalimat atau janji, berbagai kendala akan teratasi. Perhatian atau kepedulian oleh mereka khususnya pada sektor wisata akan tercurah ke daerah kita ini oleh ikatan kasih. Itu yang akan kita nantikan dan harapkan”, sebut Bonar.

Categories

 
Copyright © 2011. SUARA RAKYAT . All Rights Reserved.
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Template Design by Creating Website. Inspired from Metamorph RocketTheme