News Update :

Written By Infokom Golkar Dairi on Sabtu, 14 Januari 2012 | 07.33

Indikator Peningkatan Ekonomi Masyarakat Dairi Mulai Tanpak

Liputan : Mansai Marbun LG

Sidikalang, (SURA) :
Pada hari Rabu, 4 Januari 2012, Pemkab. Dairi mengawali tahun baru dan sebagai wujud ucapan syukur atas perlindungan dan penyertaan Tuhan, menggelar open house bertempat di depan rumah dinas Bupati Dairi.


Syukuran ini dihadiri Wakil Bupati Dairi Irwansyah Pasi, SH, Sekretaris Daerah Kab. Dairi Drs. Arsenius Marbun, M.MA, Ketua DPRD Dairi Delphi Masdiana Ujung, SH, M.Si dan Unsur Muspida Kabupaten Dairi, para PNS serta sejumlah masyarakat Dairi.


Bupati Dairi KRA. Johnny Sitohang dalam sambutannya mengatakan, pada tahun 2011 yang lalu, telah banyak yang sudah kita capai. Tapi tidak bisa dipungkiri masih banyak juga yang belum kita capai. “Pembangunan pada tahun 2011 diorientasikan untuk membangun pedesaan dan pada tahun 2012 ini, ditekankan untuk 2 pembangunan yaitu orientasi pembangunan pedesaan dan juga konsentrasi untuk Kota Sidikalang”, katanya.


Dalam harapannya, ke depan Bupati mengajak semua elemen masyarakat dan jajarannya, agar lebih sungguh-sungguh dan bekerja keras agar di tahun 2012 ini hasil yang dicapai akan lebih optimal, sehingga masyarakat Kabupaten Dairi ke depannya terwujud semakin sejahtera.

Menurut Bupati, bahwa tanda-tanda kemajuan ekonomi masyarakat Kab. Dairi sudah mulai terlihat. Hal itu oleh pembuktian dari begitu semaraknya suasana malam dalam menyambut tahun baru 2012 dan suasana keramaian masyarakat yang hilir-mudik memadati kota Sidikalang.


“Yang tidak kalah menariknya walau kadang kala kita pening, terkejut sebab dimana-mana terdengar letupan mercun, dimana-mana terlihat semarak kembang api. Itu adalah tanda-tanda wujud dari kemakmuran rakyat Dairi. Kalaulah masyarakat tidak punya uang, tidaklah mungkin mereka membeli apakah itu kembang api atau mercun dalam memeriahkan tahun baru yang telah dinanti-nantikan”, beber Bupati.

Kendati demikian, Bupati Dairi mengakui bahwa segala keberhasilan itu tidak terlepas dari kerja sama dan doa seluruh masyarakat bagaimana agar implementasi motto Pemkab. Dairi “Bekerja Untuk Rakyat” yang pada tahun lalu masih berfokus pada pedesaan dan kini sudah terlihat tanda-tanda ada keberhasilan itu.


“Untuk tahun 2012 ini, Pemkab. Dairi dengan tidak meninggalkan perhatian pada pedesaan, khususnya pada kota Sidikalang mengenai infrasruktur akan berkonsentrasi. Melalui bantuan daerah bawahan, bantuan Provinsi apakah bantuan pusat, dan juga termasuk dari APBD akan dimanfaatkan untuk membangun infrastruktur yang rusak di kota Sidikalang yang kita cintai ini seperti jalan ke Mbelang Malum, jln ke Perumnas dan jalan yang lainnya. Kita sadar infrastruktur jalan adalah sarana penting untuk menopang ekonomi rakyat, katanya.


Pada tahun ini merupakan tahun “Naga” yaitu tahun penuh tantangan tapi penuh dengan kesuksesan, doa restu dan dukungan kerja sama yang baik semua pihak seperti pada tahun lalu, dapat ditingkatkan demi terwujudnya masyarakat Dairi yang lebih sejahtera.

Dalam kesempatan itu, Bupati baik atasnama Pemkab. Dairi, keluarga, pribadi mohon maaf bila ada yang kurang berkenan pada tahun lalu kepada seluruh masyarakat Dairi.

Written By Infokom Golkar Dairi on Jumat, 13 Januari 2012 | 19.29



Telah Dibangun Plying Fox “Uji Nyali”, Anda
Bisa Terbang di Taman Wisata Iman Sintinjo, Berani?

Liputan : Mansai Marbun LG

Sidikalang, (SURA) :
Secara perlahan fasilitas hiburan di Taman Wisata Iman (TWI) Sitinjo akan terus ditingkatkan. Hal ini dilakukan untuk menambah minat pengunjung ke daerah wisata Kab. Dairi yang sudah tersohor itu. Pantauan SURA belum lama ini dari TWI Sitinjo terlihat ada dua sarana bangunan yang bertambah yakni, kereta api mini khusus untuk anak-anak dan flying fox.

Paling seru yakni, Flying fox akan menjadi atraksi yang popular bagi pengunjug di TWI. Bagi anda yang ingin merasakan sensi terbang di atas bukit TWI akan memilih flying fox sebagai pilihan. Uji nyali anda, tutup mata dan anda akan siap untuk terbang diatas gunung TWI. Silahkan berteriak sekeras anda ingin, hilangkan stress anda, buang kesedihan anda, terbang dan menikmati pemandangan indahnya sekitar Taman Wisata Iman. Kini sudah mulai dilengkapi konstruksi dan peralatan yang kuat. Nantinya anda dapat terbang dengan nyaman dan mudah. Anda ingin merasakan sensasi terbang flying fox di TWI? Ups! Sabar ntar dulu.


Menurut Kadis Budparpora Kab. Dairi Drs. Bonar Butar-butar melalui Kasi Sarpras Disbudparpora Marulak Situmorang kepada SURA belum lama ini di ruang kerjanya mengatakan, pengoperasian flying fox di TWI itu masih dalam tahap proses.


“Kita masih melakukan kajian terkait harga tiket agar ada kesesuaian dengan harga tiket flying fox di daerah lain. Itupun nantinya harus melalui SK Bupati Dairi (Perbup). Selain itu, kita harus siapkan tenaga pengelola yang profesional dengan memberangkatkan mereka mengikuti pembinaan/pelatihan dalam mengoperasikan flying fox. Mengingat sarana hiburan ini memiliki tantangan yang berat, maka para pengelola itu harus memiliki sertifikat, sebab kita tidak ingin terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan nantinya, kata Marulak.
Terkait tenaga pengelola flying fox itu, Marulak mengatakan pihaknya akan memberdayakan tenaga kerja yang sudah ada saat ini untuk mengikuti pelatihan.

Masih menurut Marulak, bangunan flying fox di TWI saat ini terdiri dua unit sepanjang 200 meter terbentang dari areal parkiran sebagai titik meluncur. Soal pengoperasian flying fox ini, yah sabar dulu, katanya.


Wow, nantikan sensasi terbang dengan panjang 200 meter yang landai melewati taman yang tertata rapi di TWI Sitinjo. Atraksi Flying Fox akan menantang anda yang sekaligus sangat bermanfaat untuk spot jantung dan uji nyali. Pokoknya, pasti seru!


Sementara itu, untuk fasilitas bermain bagi anak-anak, di TWI Sitinjo sekarang ini juga sudah disediakan kereta api mini. “Tiket untuk fasilitas ini, kita rencanakan Rp.5.000,- per sekali naik kereta api mini", kata Situmorang.


Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Indonesia Kunjungi TWI Sitinjo, Dairi, Sumut


Liputan : Mansai Marbun LG

Sidikalang, (SURA) : Didampingi Bupati Samosir, Mangindar Simbolon, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia, Mari Elka Pangestu bersama sejumlah anggota keluarga, melakukan kunjungan ke Taman Wisata Iman (TWI) Sitinjo Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, Senin 26 Desember 2011.

Pada kunjungannya di Taman Wisata Iman yang merupakan primadonanya Kabupaten Dairi itu (lebih kurang dua jam lamanya), rombongan Menteri, didampingi Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Dairi, Drs. Bonar Butarbutar, Kapolres Dairi, AKBP. Yustan Alpiani, Kabag OPS Polres Dairi, Kompol E. Hutagaol, Kabid Pariwisata, Naek Capah, Kabid Pemuda, Osman Padang, dan Kasi Sarpras Disbudparpora, Marulak Situmorang.

Saat berada di TWI, rombongan Menteri melakukan perjalan salib dengan melintasi anak tangga 99 menuju Goa Bunda Maria, dan disana Menteri Eka Pangestu, menyempatkan diri untuk berdoa bersama sang suami, Adi Harseno.

Kepada SURA, Menteri Elka Pangestu mengatakan, kedatangannya di TWI itu, merupakan kunjungan keluarga dalam rangka perayaan Natal dan Tahun Baru yang sekaligus untuk melakukan evaluasi terhadap daerah wisata khususnya yang berada di kawasan Danau Toba.
Setelah memperhatikan apa yang ada di TWI yang baru pertama kali dikunjunginya itu, Menteri mengaku kagum dengan keberadaan Taman Wisata Iman yang menurutnya cukup unik, terutama dengan adanya lima rumah ibadah agama dengan fasilitasnya, yakni Gereja, Mesjid, Vihara dan Kuil di Taman wisata Iman yang menurutnya lambang kerukunan umat beragama di Indonesia.

“Kunjungan kita ke Taman Wisata Iman ini, merupakan kunjungan keluarga dalam rangka Natal dan Tahun Baru, yang sekaligus melakukan evaluasi terhadap daerah wisata terutama daerah wisata kawasan Danau Toba, dan setelah kita menyaksikan langsung apa yang ada di Taman Wisata Iman yang menurut kita cukup unik ini, kita kagum karena keberadaan sejumlah rumah ibadah di taman ini, sehingga Taman Wisata Iman ini sangat cocok dijadikan menjadi paket wisata karena didukung dengan kawasan Danau Toba”, kata Menteri .

Terkait dengan pengembangan TWI yang berada di Kecamatan Sitinjo Dairi itu, Menteri Mari Pangestu berharap, agar pihak pengelola Taman yang menjadi kebanggaan masyarakat Dairi itu, menyelenggarakan event-event keagamaan seperti halnya mendatangkan Pastor atau Pendeta yang sudah terkenal dan punya nama yang menurutnya dapat menjadi daya tarik pengunjung.

Dalam kesempatan itu, Mari Pangestu berjanji akan memberikan perhatiannya terhadap Taman Wisata Iman Sitinjo, yang menurutnya perlu perhatian dari berbagai pihak, baik dari Pemerintah Kabupaten Dairi maupun dari steak holder yang ada. Bahkan ia berjanji akan mencoba meloby beberapa sponsor yang siap mendukung sektor wisata di tanah air khususnya yang bersentuhan dengan kawasan Tanau Toba.
Sementara itu, Kadis Budparpora Kab. Dairi Drs. Bonar Butar-butar merasa bangga atas berkenannya Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia, Mari Elka Pangestu untuk meluangkan waktu mengunjungi Taman Wisata Iman (TWI) Sitinjo walau pada kesempatan itu merupakan wisata keluarga.

“Seperti kata bijak (umpasa) Batak, Baris-baris ni gaja dirura nang di parholangan ni balian. Molo nungnga marhata angka anak/boru ni raja ndang tagamon bura, holong do humaliang”. Artinya, ketika seorang raja (penentu) mengungkapkan suatu kalimat atau janji, berbagai kendala akan teratasi. Perhatian atau kepedulian oleh mereka khususnya pada sektor wisata akan tercurah ke daerah kita ini oleh ikatan kasih. Itu yang akan kita nantikan dan harapkan”, sebut Bonar.

Written By Infokom Golkar Dairi on Kamis, 22 Desember 2011 | 22.54

Richard Eddy M. Lingga Serahkan Bantuan Ke Sejumlah Rumah Ibadah
Sidikalang, (SURA) : Anggota DPRD Sumatera Utara, Richard Eddy M. Lingga, SE dari Fraksi Golkar (FG) melakukan pertemuan dengan sejumlah Pendeta di Rumah Dinas Praeses HKBP Distrik VI Dairi, Jln. Gereja Sidikalang, Dairi, Sabtu (17/12).

Pertemuan ini dilakukan untuk menindak lanjuti realisasi penyerahkan bantuan ke sejumlah rumah ibadah, yang ada di dapil X, yakni, Tanah Karo, Dairi dan Pakpak Bharat.
Dimana sebelumnya, Richard berjanji akan memperjuangkan bantuan sebesar Rp.100 juta untuk pembangunan Kantor Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Distrik VI Dairi, dan bantuan sebesar Rp.50 juta untuk pembangunan gedung sekolah minggu Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Resort Khusus Sidikalang kota.

“Kehadiran saya saat ini, untuk menjelaskan bahwa dana Bansos itu sudah siap dikucurkan. Maka itu panitia bersangkutan agar melengkapi segala persyaratan administrasi. Sebagaimana kita ketahui, pada tanggal 26 Desember 2011 ini pemerintah akan tutup buku, maka kita jangan sampai terlambat, katanya.


Ditambahan, sesungguhnya bantuan yang kita serahkan bagi sejumlah rumah ibadah ini, adalah batuan sosial (Bansos) yang berhasil kita perjuangkan pada Pemerintah Provinsi Sumut dalam hal ini Dinsos, melalui APBD Provsu 2011. Saya selaku anggota DPRD Sumut dari Fraksi Golkar (FG) hanya membantu memfasilitasi untuk mendapatkan bantuan ini. Kedepan, berbagai bantuan dari Provinsi akan saya perjuangkan untuk kemajuan Kabupaten Dairi”, kata Richard.


Menanggapi hal itu, Praeses HKBP Distrik VI Dairi Pdt. Pasu SH. Nainggolan S.Th mengatakan, ini merupakan bentuk kepedulian seorang anggota DPRD-SU kepada rumah ibadah yang ada di dapil X khusus untuk Dairi dan Pakpak Bharat. Mewakili jemaat HKBP, saya ucapkan terima kasih dan semoga apa yang dicita-citakan Richard ke depannya, kiranya Tuhan mengabulkan serta memberikan kebijakan dan kesehatan dalam mewujudkan pembangunan”, kata Praeses.


Senada dengan itu, Pendeta GKPI Resort Khusus Sidikalang kota Pdt. BJ. Sihotang, S.Th menyampaikan hal yang sama. Namun penyampaikan ucapan terima kasih itu diutarakan dalam bahasa daerah yakni, bahasa Pakpak. Juga para panitia mengungkapkan rasa bangga atas upaya Richard Eddy M. Lingga yang memperhatikan pembangunan rumah ibadah di Kab. Dairi secara khusus.


Richard, putra Sumbul, Kab. Dairi itu secara jujur mengakui, bahwa ia memang orang politik. Maka rencananya kedepan, apa yang telah dicapainya saat ini yakni, Anggota DPRD Provinsi Sumut dari Fraksi Golkar, bisa dipertahankan atau masih dipercayai masyarakat untuk penyalur aspirasi masyarakat dari 3 kabupaten pada masa mendatang.

Pertemuan ini dihadiri Praeses HKBP Distrik VI Dairi Pdt. Pasu SH. Nainggolan, S.Th didampingi sejumlah panitia pembangunan kantor HKBP Distrik VI Dairi, Pendeta GKPI Resort Khusus Sidikalang kota Pdt. BJ. Sihotang, S.Th didampingi ketua pantia pembangunan gedung sekolah minggu GKPI Ir. Jisler Lumbanbatu, Pendeta HKBP Gloria Resort Sumbul, Pdt. M. Simanjuntak didampingi salah seorang parhalado HKBP Gloria Sumbul, St. M. Sihombing.

Usai acara itu, Richard Lingga kepada wartawan mengatakan, bantuan sosial yang telah diserahkan di Kab. Dairi khusus untuk rumah ibadah, sudah sebanyak 26 Gereja dan 15 Mesjid yang secara keseluruhan jumlahnya berkisar 1 milliar lebih”, ungkap Richard. (Mansai Marbun LG)


Pilkades

Pilkades Desa Sitinjo I, Kec. Sitinjo
Parulian Kudadiri
Sukses Jadi Kepala Desa

Infokom Golkar Dairi : “Masyarakat Tak Salah Pilih”

Sitinjo, (SURA) : Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Sitinjo I, Kecamatan Sitinjo yang digelar Kamis (8/12), dihadiri Bupati Dairi KRA. Johnny Sitohang Adinegoro untuk memberikan semangat dan dukungan kepada ketiga kandidat yang ikut ambil bagian pada pesta demokrasi tingkat desa itu.

Adapun ketiga kandidat (calon) Kepala Desa Sitinjo I Kec. Sitinjo yakni, Arkadius Kudadiri berlambangkan Padi, Parulian Kudadiri berlambangkan Jagung, dan Kaspar Nadeak berlambang Pisang.

Informasi yang dihimpun SURA dari Panitia Pemilihan Kepala Desa (P2KD) Desa Sitinjo I yang diketuai Abdon Kudadiri menjelaskan, jumlah pemilih (suara) di Desa Sitinjo I sebanyak 926, dan masyarakat pemilih yang tidak hadir saat itu sebanyak 135 suara.

Pada saat penghitungan jumlah kertas suara diketahui, suara sah sebanyak 780 suara sedangkan yang batal 11 suara. Arkadius Kudsadiri (Padi) meraih 143 suara, Parulian Kudadiri (Jagung) mendapat 377 suara, dan Kasdar Nadeak (Pisang) dengan 260 suara. Atas penghitungan suara, Parulian Kudadiri yang sebelumnya juga menjabat sebagai Sekretaris Desa (Sekdes) Desa Sitinjo I, berhasil meraih kesuksesan jadi Kepala Desa atas kepercayaan masyarakat dengan perolehan suara terbanyak yakni, 377 suara berbanding jauh dari kedua rivalnya.

Sebelumnya, Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi DPD II Partai Golkar Dairi Mansai Marbun LG telah memprediksi keberhasilan Parulian Kudadiri akan terpilih menjadi Kepala Desa Sitinjo I. Hal ini dikemukakan karena sudah mengenal sosok Parulian yang selalu tampil sederhana dan dikenal dekat dengan masyarakat Desa Sitinjo I. Bahkan menurut Mansai yang pernah bertetangga dengan Parulian Kudadiri di komplek TWI Sintinjo itu mengatakan, hubungan komunikasi dengan Parulian Kudairi antara Golkar Dairi terus terjalin secara intens dalam memberhasilkan kemajuan Desa Setinjo I saat ia menjabat Sekeretaris Desa.

“Maka itu saya yakin, bahwa masyarakat Desa Sitinjo I tidak salah memilih sosok Parulian Kudadiri jadi Kepala Desa Sitinjo I. Berbekal pengalaman sebagai Sekretaris Desa ketika itu, diyakini dibawah kepemimpinannya, akan bisa membawa perubahan yang lebih baik untuk kemajuan Desa Sitinjo I kedepannya. Semoga”, pungkas Mansai.
Reses Anggota DPR-RI ke Kabupaten Dairi
Ali Wongso Sinaga Tinjau Pelaksanaan Fisik PPIP dan Membantu Sejumlah Rumah Ibadah



Sidikalang, (SURA) : Ali Wongso Sinaga Anggota DPR-RI dari Fraksi Golkar, memanfaatkan masa Reses DPR dengan mengunjungi konstituennya di sejumlah kabupaten/kota Dapil 3 Sumatera Utara meliputi, Kab. Asahan, Kota Tanjung Balai, Kota Pematang Siantar, Kab. Simalungun, Kab. Pakpak Bharat, Kab. Dairi, Kab. Karo, Kota Binjai, Kab. Langkat, Kab. Batubara.

Di Kab. Dairi yang merupakan tempat kelahirannya, Ali Wongso, memberikan bantuan untuk sejumlah rumah ibadah (gereja) diantaranya, gereja HKBP Huta Imbaru, HKBP Kentara, HKBP Parongil dan gereja HKBP Lae Panginuman, Selasa (20/12). Rumah Ibadah ini dibantu karena mengalami kerusakan karena atas musibah bencana alam gempa bumi berkekuatan 6,7 SR yang terjadi pada Selasa (6/9/2011) pada pukul 00.55 WIB. Dimana Pusat gempa berada sekitar 59 kilometer Timur Laut, Singkil Baru, Aceh Singkil.

Bantuan ke Gereja HKBP Huta Imbaru, diterima Pdt. Erwin Siahaan (Pendeta Resort). Turut hadir Kepala Desa Huta Imbaru, Sandi B. Siregar, Rinsat Siregar simpatisan fanatik Partai Golkar, sejumlah Parhalado dan Cal Bibel Pro Destina Tampubolon.

Bantuan yang diserahkan ke HKBP Kentara diterima Cal. Pdt. Junjungan Simanungkalit dan untuk HKBP Parongil diterima Pdt. Drs. J. Sigalingging. Penyerahan bantuan di HKBP Parongil ini dihadir Ketua Partai Golkar Kec. Silima Punggapungga dan Sekretaris Rudolf Tambunan serta sejumlah jemaat lainnya. Penyerahan bantuan ini langsung dilakukan pada masing-masing gereja saat dikunjungi seraya melihat kondisi bangunan pasca gempa bumi beberapa waktu lalu.

Ali Wongso pada setiap menyerahkan bantuan menyebutkan, kiranya Tuhan tidak membawa kita dalam pencobaan, dan bencana alam tidak lagi terjadi di Dairi. Kiranya semua yang terjadi itu bisa menjadi menguatkan iman kita pada masa-masa mendatang, katanya berharap.

Ali Wongso Sinaga yang memilih duduk pada Komisi V DPR-RI Fraksi Golkar, dalam kesempatan itu meninjau pelaksanaan fisik Program Pembangunan Infrastruktur Perdesaan (PPIP) di Desa Poling, Kec. Lae Parira yakni pembukaan jalan menuju sentra pertanian juga meninjau pembukaan jalan di Desa Lae Panginuman, Kec. Silima Punggapungga. (Mansai LG)
Membongkar Setitik Kelemahan Dibalik Segudang Keunggulan

Sidikalang, (SURA) : Tidak terasa tahun 2011 akan segera berakhir. Hari-hari tanpa terasa berlalu begitu cepat hingga kini kita sudah mamasuki bulan Desember. Sudah barang pasti pada hari-hari yang kita lalui begitu banyak tantangan yang dihadapi. Seiring dengan itu, secara khusus media ini mempunyai catatan tersendiri terkait dengan program Pemkab. Dairi selama tahun 2011 dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat Dairi. Segudang keberhasilan tahun 2010 yang telah dicapai Pemkab. Dairi telah kami himpun (Baca Koran SURA Halaman 06-07).

Pencapaian keberhasilan itu merupakan adanya kerja keras yang dilakukan jajaran Pemkab. Dairi mulai dari Bupati Dairi, KRA. Johnny Sitohang Adinegoro, Wakil Bupati Dairi Irwansyah Pasi, SH dan Sekdakab. Dairi Drs. Arsenius Marbun, MMA hingga pada staf yang paling bawah dalam mengimplementasikan mottonya Bekerja Untuk Rakyat yang bisa saling menopang dan saling mendukung dalam menjalankan program mengacu pada visi-misi Pemkab. Dairi. Yang pasti, menurut catatan media ini (SURA-red) dibalik beberapa keberhasilan program Pemkab. Dairi itu, yang kami istilahkan segudang keberhasilan, juga menyimpan setitik kelemaman khsusnya pada sejumlah SKPD di lingkungan Pemkab. Dairi yang secara disadari atau tidak, bila hal ini tidak segera diatasi oleh pucuk pimpinan Pemerintah Kabupaten Dairi akan berdampak pada berbagai kelemahan.

Secara umum dalam dunia kerja, memang hal yang mustahil seorang diri dapat menggapai kesuksesan tanpa dukungan solid orang-orang lain di belakangnya. Tentunya sebuah kesuksesan bisa diraih dengan kerja sama tim. Syarat mutlak dalam satu tim sangat diperlukan menanamkan dalam diri bahwa tim itu punya tujuan yang sama. Dengan begitu, seluruh anggota yang tergabung didalamnya, punya antusias yang tinggi dalam mencapai tujuan.

Bupati Dairi KRA. Johnny Sitohang Adinegoro sangat menyadari akan hal ini. Maka untuk menggebrak berbagai program pelayanan Pemkab. Dairi itu, kini Pemkab. Dairi telah memiliki Tim Bekerja Untuk Rakyat yang terdiri dari 3 (tiga) kelompok. Dan hasilnya, cukup membanggakan lewat berbagai gerakan yang dilakukan dalam pelayanan langsung kepada masyarakat saat turun ke desa yang dikunjungi.

Sisi Kelemahan :
Pada edisi 44 Bulan Desember ini, SKU Suara Rakyat (SURA) untuk edisi akhir tahun 2011, akan membongkar berbagai kekurangan di jajaran Pemkab. Dairi yang sangat perlu dijadikan sebagai bahan intropeksi atau masukan yang akhir-akhir ini semakin mencuat ke permukaan. Bahkan kadang jadi bahan perbincangan antara lain :

Sangat diperlukan adanya komunikasi yang efektif antaranggota tim secara periodik untuk tujuan monitoring (misalnya: sudah seberapa jauh tugas diselesaikan) dan koreksi (misalnya: apakah ada kesalahan yang perlu diperbaiki dalam menyelesaikan tugas yang telah ditentukan dan sudah dijalankan). Berikut setitik kelemahan yang dihimpun SURA.

Miscommunication:
Sekaitan itu, hasil pentauan SURA tahun 2011 pada sejumlah SKPD lingkungan Pemkab. Dairi yang mencuat antara lain, adanya terjadi miscommunication. Buktinya, sejumlah staf pada Dinas tertentu ada yang tidak saling sahutan “marsikete” bahkan baik antara pimpinan dengan stafnya. Parahnya, miscommunication ini sudah meluas hingga pada titik “Ego sektoral” yang berdampak terjadinya kurang harmonis antar lintas SKPD Pemkab. Dairi. Salah satu contoh kecil merupakan fakta yang bisa dicermati pada gambar depan halaman koran ini, dimana Bupati Dairi dikelilingi para pimpinan SKPD. Foto itu dihimpun SURA Senin, (12/12) dari situs resmi Pemkab. Dairi yakni, dairikab.go.id.

Pada situs resmi Pemkab. Dairi itu, diketahui sebanyak 30 orang pejabat SKPD terdaftar/ditampilkan. Namun sayangnya, ada dua instansi yang tidak muncul yakni, Sekretaris Dewan (Sekwan) dan salah satu Perumda Kab. Dairi yaitu PD Pasar. Hal ini layak menjadi pertanyaan mengapa ke dua intansi ini tidak muncul atau tidak dimunculkan pada situs resmi Pemkab. Dairi hingga berita ini diterbitkan.

Fakta lain yang tergolong aneh malah dipertontonkan bukti adanya “Egosentris” yang diindikasikan telah terjadi sejak lama pada sejumlah SKPD Dairi, yaitu seorang pimpinan malah mengadukan stafnya ke Polres Dairi hanya karena masalah sepele. Sulit digambarkan hanya atas dasar SMS saja, seorang stafnya dituduh telah memfitnah atau melakukan pencemaran nama baik.

Hubungan buruk dengan Insan Pers
Selama tahun 2011, hubungan Pemkab. Dairi dengan insan Pers tergolong merosot dan bahkan bisa dikatakan lumayan buruk. Hal ini terbukti dari semakin minimnya minat para pemburu berita (Wartawan) yang bertugas di Kabupaten Dairi mengikuti dan mengekpos berbagai kegiatan yang digelar Pemkab. Dairi walau itu kegiatan akbar. Hubungan buruk itu semakin diperparah dengan adanya kasus sejumlah Wartawan di Dairi yang mengadukan Ketua DPD II Partai Golkar Dairi yang juga Bupati Dairi ke Poldasu hanya atas dasar rasa ketersinggungan.

Ketika itu Ketua DPD II Partai Golkar Dairi dianggap menghina profesi wartawan lewat ucapannya saat menyampaikan arahan dan bimbingan dalam kapasitas sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Dairi kepada kader Golkar yang mengikuti acara Diklat Instruktur dan Pelantikan Lembaga Pengelolaan Kader (LPK) Partai Golkar Dairi di Gedung Balai Budaya Sidikalang pada tanggal 1 Juli 2011 silam.

Menyikapi masalah itu, oleh Infokom Golkar Dairi Mansai Marbun LG berkonsultasi dengan sejumlah orang yang dianggap layak dan mampu membantu mengatasinya. Komunikasi Infokom Golkar Dairi saat itu meminta saran dan berdiskusi dengan sejumlah orang yang dianggap layak memberikan solusi atas masalah itu.

Tapi sayangnya, mereka yang dianggap mampu dan diharapkan, hanya memberi jawaban pil pahit yakni, “Belum ada petunjuk Bos”. Tampaknya, kebijakan dari mereka orang-orang yang dianggap berkompeten masih lebih berpihak kepada orang yang berkarya kata dari pada berkarya nyata. Akhirnya, mereka yang tulus berkarya nyata untuk kemajuan Kabupaten Dairi semakin lemah dan tidak berdaya, nyaris “Pingsan”

Luka hati yang tertanam di lubuk sanubari khususnya sejumlah pemburu berita (wartawan) masih berlarut-larut hingga kini sudah memasuki bulan Desember 2011 tanpa adanya solusi terbaik ditemukan untuk dilaksanakan.

Ilustrasi yang terjadi 2011
Ibarat perahu yang sedang berlayar ditengah gelombang samudera, semua hanya bertumpu kepada sang nakhoda untuk memberikan keselamatan. Sementara sejumlah Anak Buah Kapal (ABK) yang sebelumnya diharapkan bisa saling menopang baik dalam suka dan duka, hanya bergantung pada petunjuk sang nakhoda ditengah semakin kuatnya hembusan angin di tengah lautan. Ironisnya, kondisi ombak itu belum reda, malah muncul banyak “siluman” mengaku bagian dari ABK kapal yang sedang berlayar. Tampil selalu sibuk ternyanta dia tak lebih dari “udang dibalik batu” alias "kepentingan parjambaron".

Pelihara Kepinding
Ada istilah baru pada tahun 2011 yang muncul dari Bupati Dairi. Dalam kapasitasnya sebagai Ketua Golkar Dairi saat sampaikan arahan dan bimbingan selalu menegaskan, “Mari sama-sama kita membasmi bila ada “kepinding” (Tanga) yang menempel, agar kita nyaman dalam menjalankan berbagai program”.

Namun sayangnya sejumlah orang berkompeten justru memelihara, merawat bahkan mengasuh sejumlah “kepinding” yang penuh kelicikan hingga beranak pinak di bumi Dairi ini. Mungkin ciri-ciri “Kepinding” karbitan yang kami intai selama ini antara lain, selalu melontarkan kalimat “kalau bukan sekarang, kapan lagi?, Ini kesempatan, apa upahku yang telah berbuat?.

“Kepinding” cenderung mengatasnamakan perjuangan hingga kadang mengeluarkan jurus gurindam barus (Mop). Paling parahnya, “kepinding” itu mampu mempecundangi orang-orang berkompeten pada sejumlah instansi Pemerintah Dairi.

Tampaknya, lagu siterang bulan oknum “kepinding” masih lebih mujarap “meninabobo”-kan sejumlah orang yang dipercaya untuk mengambil kebijakan dan keputusan di negri ini. Inilah gambaran setitik kelemahan dibalik segudang kelebihan Pemkab. Dairi pada tahun 2011 versi SURA. Semoga bisa menjadi masukan sebagai bahan deteksi titik kelemahan yang sedang terjadi pada kegiatan yang sedang berjalan. Dengan harapan, semoga pada tahun 2012 bisa dilakukan perubahan sistem yang solid demi suksesnya program yang sudah direncanakan.

Akhir kata, “Selamat Tahun Baru 1-1-2012”. (Mansai Marbun LG)

Categories

 
Copyright © 2011. SUARA RAKYAT . All Rights Reserved.
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Template Design by Creating Website. Inspired from Metamorph RocketTheme